Sabtu, 05 April 2008

Pergaulan bebas

Pergaulan bebas di kalangan anak remaja masa kini, telah melampaui batas. Banyak sekali kita temui di dalam pergaulan anak-anak ABG (Anak Baru Gede ) sdari segi berpakaiannya, sudah kita ketahui norma-norma dan adat istiadat sudah dilupakan … mau jadi apa kita nanti??? apa mau ikut-ikutan kayak orang bule yang biasa berjemuran di pantai tanpa menggunakan pakaian atau hanya menggunakan bikini. Inilah mungkin yang ditiru oleh bangsa kita, banyak beredar film-film porno, photo-photo bugil, apa mereka tidak malu wajahnya terpangpang di media, atau di handpone-handpone???

……… memang jaman sudah maju tapi Adat dan budaya kit malah di tinggalkan dasar wong edan, rugi nenenk moyang kita memperjuangkannya. Disamping itu juga faktor dari orang tua sendiri yang tidak kontrol anaknya atau tidak pernah menghiraukan kale…. Terutama di kalangan Mahasiswa yang notabane adalah pelajar’ apalagi si anak sekolahnya ngekos berarti jauh dari pantauan orang tua tentunya akan membuat sianak bebas dalam bergaul. Nah kos-kosan inilah yang mampu menggaet mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas, pergi ke dunia malam biar dibilang gaul yach kumpul dengan terman-teman, trus jadi pemake narkoba?? hancurlah hidup ini……

Sabtu, 29 Maret 2008

merokok dapat menyebabkan kanker

Jangan berlaku sembrono dengan gejala kanker. Sebab, jika tidak terdeteksi dini maka semua tindakan sudah terlambat, apalagi jika diketahui saat sudah stadium lanjut. Bagi kita, yang terpenting adalah upaya pencegahannya dengan menjaga gaya hidup sehat. Jangan merokok, maka Anda mengurangi risiko terkena kanker paru.... Kanker bisa disembuhkan jika terdeteksi dini. Oleh karena itu, jangan takut memeriksakan diri, kata dokter spesialis paru, Anwar Jusuf, dalam lokakarya kanker paru di Jakarta, Rabu (13/12). Lokakarya ini merupakan rangkaian program Deteksi Awal Kanker (DeTAK). Kanker paru adalah pertumbuhan sel yang tidak normal dalam paru yang membelah dan tumbuh tidak terkendali, dan akhirnya menyebar dan tumbuh di luar organ paru. Kanker paru yang pertama tumbuh di paru disebut tumor paru primer dan yang tumbuh di organ lain disebut metastasis. Kanker ini adalah penyakit gen yang hingga sekarang masih menjadi masalah besar. Sebab, belum diketahui secara pasti bagaimana proses berubahnya sel normal menjadi sel ganas dan berkembang dengan cepat dalam tubuh seseorang. Kanker kini banyak ditemukan paling banyak pada mereka yang berusia produktif di atas 40 tahun, dan saat ini kecenderungan meningkat pada usia lebih muda dan pada perempuan.Tanpa gejala Kanker ini sulit ditemukan pada tahap awal karena sering tanpa gejala yang jelas. Namun,menurut Anwar Jusuf, jika Anda merasa lelah, aktivitas menurun, batuk dan sesak napas, itu bagian dari tanda-tanda patut diwaspadai. Juga bila Anda mengalami penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, nyeri di dada, dan batuk darah, maka Anda pun harus mencurigainya sebagai kanker paru. "Gejala-gejalanya hampir sama dengan tuberkulosis. Karena itu, dokter yang memeriksa harus lebih teliti dan waspada," ujar Anwar Jusuf. Salah seorang pasien kanker paru yang sudah sembuh, Lidia Kartika Sari (59), menuturkan bahwa ia bisa sembuh karena ia bersedia dikemoterapi. Januari 2006, ia merasa sakit di bagianbelakang tubuhnya, dan pada Februari ia sempat dirontgen. Tak lama kemudian dia dirujuk kepada dokter spesialis paru. "Saya pun ke Rumah Sakit Persahabatan untuk CT Scan. Ternyata, saya dibiopsi dan ada tumor ganas. Keluarga saya tidak menerimanya dan mengecek ke Singapura untuk memastikan. Saya dibiopsi ulang di sana, ternyata kanker ganas tidak bisa dioperasi," papar Lidia. Kemudian, Lidia pun menjalani kemoterapi hingga enam kali. Saat kemoterapi kedua pada bulan Maret, kankernya berkurang 50 persen. Namun, kejutan berarti ia rasakan seusai kemoterapi keenam lantaran kankernya berkurang hingga 98persen. "Dokter menyarankan untuk operasi, tetapi saya takut. Pikir saya, kalau Tuhan mengangkat yang 98 persen, pasti Tuhan juga akan angkat yang dua persen. Saya pasrah saja. Setelah kemoterapi yang keenam, rambut saya mulai tumbuh lagi," kata Lidia, yang kini telah sehat. Rangkaian kemoterapi yang dijalani Lidia merupakan respons positif yang tidak semua orang bisa melakukannya. Bisa jadi karena ketiadaan biaya ataupun takut, padahal kemoterapi bisa mengecilkan sel kanker, walaupun ada efek samping karena kemoterapi pun bisa menghancurkan sel lainnya. Yang terpenting untuk mencegah kanker paru saat ini adalah mengurangi kegiatan merokok karena kandungan zat yang berbahaya ada di asap rokok. Saat rokok dibakar terjadi oksidasi pada tembakau dan keluar bahan karsinogen yang memicu kanker. Dalam waktu 10-20 tahun, perokok berisiko terkena kanker paru.Angkutan umum Tidak hanya perokoknya saja yang berisiko, anak-anak yang orangtuanya merokok, para istri yang suaminya merokok, para penumpang angkutan umum yang tidak merokok (menjadi perokok pasif) bisa juga terkena kanker paru. Udara yang tercemar polusi dan asap knalpot kendaraan pun harus dihindari, selain-tentu saja-kita harus berupaya hidup sehat, menjaga gaya hidup dan pola makan dengan mengonsumsi makanan segar. Berolahraga teratur pun mesti dilakukan supaya terhindar dari kanker.

cara-cara berhenti merokok

Berawal dari kata kunci "berhenti merokok", catatan promosi kesehatan ini ditulis. Banyak panduan, petunjuk, cara, teknik, tip, kiat, saran, iklan, produk dan sejenisnya yang berhubungan dengan berhenti merokok (quit smoking). Semuanya mungkin tidak bisa mengalahkan niat, hati nurani, tekad, kesadaran diri sendiri untuk benar-benar stop merokok, tidak untuk rokok, tobat merokok, jauhi rokok, bebas rokok.
Misalnya tip berhenti merokok dari CDC.gov (terjemahan bebas yang diperingkas):
Jangan merokok sama sekaliMerokok dengan penurunan frekuensi dan kuantitas tidak dianjurkan. Cobalah untuk langsung berhenti total.
Membuat daftar alasan berhenti merokokMulai dari alasan kesehatan, keuangan, dan keluarga.
Menyadari bahwa berhenti merokok membutuhkan usaha tertentuPerokok yang ingin berhenti merokok perlu mengetahui informasi tentang kecanduan nikotin, gejala putus rokok, terapi pengganti nikotin. Tidak ada usaha yang benar-benar mudah.
Sebagian dari seluruh perokok dewasa berhasil berhenti merokokAnda pun pasti bisa. Raihlah peluang kesehatan anda sekarang.
Carilah bantuan jika anda membutuhkannyaBanyak yang menawarkan cara dan kiat berhenti merokok. Materi dan program online tersedia. Dokter dan dokter gigi umumnya juga mendukung usaha ini.Dari Questions and Answers About Smoking Cessation (terjemahan bebas dan diperingkas):
Seberapa penting berhenti merokok?Sangatlah penting. Merokok sebagai faktor risiko utama kanker paru (penyebab kematian tertinggi karena kanker), berhubungan pula dengan risiko kanker lainnya, kelainan jantung, pembuluh darah, gangguan kehamilan, impotensi, dll.
Apa saja manfaat yang segera diperoleh saat berhenti merokok?Kadar karbon monoksida berkurang, sehingga kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan meningkat. Denyut nadi dan tekanan darah yang sebelumnya tinggi, akan menurun menuju normal. Nafsu makan, indera pembauan, dan pernapasan akan berangsur-angsur membaik.
Apa saja manfaat jangka panjang berhenti merokok?Usia hidup yang lebih lama dibanding perokok.Setelah 10-15 tahun, risiko kematian prematur mantan perokok akan menyamai seorang yang tidak merokok.Setelah 10 tahun, risiko kematian mantan perokok karena kanker paru akan berkurang 30-50% dibanding mereka yang masih merokok.Wanita yang berhenti merokok sebelum hamil atau berhenti merokok saat 3 bulan pertama kehamilannya dapat mengurangi risiko bayi BBLR dan kelainan janin lainnya.Risiko penyakit yang berhubungan dengan merokok pun berkurang (kelainan jantung, pembuluh darah, penyakit paru kronis, dll).
Penghentian merokok pada usia berapa yang paling bermanfaat?Pada segala usia.Perokok yang berhenti merokok sebelum usia 50 tahun memiliki risiko-meninggal 16 tahun kemudian-separuhnya dibandingkan yang masih merokok.Mulai usia 64 tahun, risiko kematian sama pada perokok dan tidak perokok.Manfaat jangka pendek, berkurangnya risiko kelainan jantung dan pembuluh darah, meningkatnya fungsi paru merupakan alasan yang baik untuk bebas rokok.
Apa saja kesulitan berhenti merokok?Efek jangka pendek (terutama perokok dengan frekuensi dan kuantitas tinggi): cemas, mudah emosi, lapar, mudah lelah, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi. Banyak pula yang mengalami kenaikan berat badan, biasanya kurang dari 10 pon.
Bagaimana penyedia layanan kesehatan membantu pasiennya berhenti merokok?Dokter dan dokter gigi umumnya memiliki informasi risiko kesehatan merokok dan berhenti merokok. Dokter juga dapat menganjurkan program dan terapi berhenti merokok.
Apa yang dimaksud terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy)?Nikotin adalah zat kimia dalam rokok yang menyebabkan kecanduan.Terapi pengganti nikotin prinsipnya adalah pemberian zat pengganti nikotin dalam dosis kecil dan bertahap untuk mengurangi gejala kecanduan 'menagih kembali' nikotin (withdrawal symptoms).Empat (4) bentuk yang tersedia (tempel [patches], permen [gum], semprot [nasal spray], hirup [inhaler]) nampak cukup efektif.Kombinasi diantaranya dinyatakan menghasilkan rata-rata waktu berhenti merokok yang lebih panjang dibanding terapi tunggal.Permen nikotin yang dikombinasikan dengan terapi tempel nikotin, mampu mengurangi gejala putus rokok lebih baik dibanding terapi tunggal.Sebaiknya tetap dikombinasikan dengan konseling dokter, farmasi, dokter gigi, atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

Minggu, 23 Maret 2008

DAMPAK MEROKOK BAGI KESEHATAN

Lebih dari 70.000 publikasi hasil penelitian medis yang membuktikan pengaruh buruk akibatrokok. Dari data di Indonesia, sebagian besar perokok
berasal dari kalangan penduduk miskin. Secara tidak disadari, keluarga miskin meningkatkan alokasi anggaran untuk rokok yang mengakibatkan anggaran untuk makanan pokok harus dikurangi. Bila dalam keluarga semacam ini terdapat anak kelompok balita, akan mengakibatkan kebutuhan gizi yang kurang sehingga dapat menyebabkan penyakit busung lapar.Sudah merupakan kesepakatan masyarakat dunia untuk membuat Perjanjian Internasional dalam pengendalian rokok, yang dimulai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara sistematik sejak tahun 1999 dan perumusannya selesai tahun 2003. Indonesia termasuk negara yang aktif memberikan sumbangan pikiran yang melahirkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Namun Indonesia tidak bersedia menandatanganinya pada tahun 2003 oleh karena pemerintah menganggap Indonesia belum siap.Menurut Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)-WHO, produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar yang diproduksi untuk digunakan sebagai rokok yang dikonsumsi dengan cara dihisap, dikunyah, atau disedot. Produk tembakau ksususnya rokok dapat berbentuk sigaret, kretek, cerutu, lintingan, menggunakan pipa, tembakau yang disedot, dan tembakau tanpa asap.
II. BAHAYA ROKOK
Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih ditolerir oleh masyarakat. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin.Efek dari rokok/tembakau memberi stomulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33)
Beberapa risiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004 antara lain :? Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisima pada tahun 2001.? Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5 % stroke di Indonesia.? Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil, pada pria meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.? Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok dirumah atau di lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.? Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang pasangannya bukan perokok dan juga risiko mendapatkan penyakit jantung.? Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok di lingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga dan asma.Disamping itu beberapa penyakit akibat merokok menurut Badan POM RI antara lain:• Penyakit jantung dan stroke.Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).• Kanker paru.Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.• Kanker mulut.Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.• Osteoporosis.Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.• Katarak.Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.• Psoriasis.Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.• Kerontokan rambut.Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.• Dampak merokok pada kehamilan.Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.• Impotensi.Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
III. TIPE-TIPE PEROKOK
Menurut Silvan Tomkins (dalam Al Bachri,1991) ada 4 tipe perilaku merokok berdasarkan Management of affect theory, keempat tipe tersebut adalah :1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Green (dalam Psychological Factor in Smoking, 1978) menambahkan 3 sub tipe ini :a. Pleasure relaxation, perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.b. Stimulation to pik them up. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.c. Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok, misalnya merokok dengan pipa.2. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila marah, cemas ataupun gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat.3. Perilaku merokok yang adiktif. Oleh Green disebut sebagai psychological addiction. Bagi yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun.4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar sudah kebiasaan rutin. Pada tipe orang seperti ini merokok merupakan suatu perilaku yang bersifat otomatis.
Tempat merokok juga mencerminkan perilaku si perokok, yang dapat digolongkan atas :1. Merokok di tempat umum.? Kelompok homogen (sama-sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area.? Kelompok yang heterogen (merokok di tengah orang lain yang tidak merokok). Pada tipe ini tergolong sebagai orang yang tidak berperasaan, kurang etis dan tidak mempunyai tata krama, bertindak kurang terpuji serta kurang sopan.
2. Merokok di tempat yang bersifat pribadi? Di kantor atau di kamar tidur pribadi. Pada tipe ini individu tergolong kurang menjaga kebersihan diri, penuh dengan rasa gelisah yang mencekam.? Di toilet. Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi.
IV. UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN
Betapa sulitnya memberantas kebiasaan merokok. Hampir semua orang mengetahui bahwa racun nikotin yang terdapat dalam asap rokok membahayakan bagi kesehatan. Bukan hanya untuk perokok itu sendiri melainkan juga untuk orang-orang disekitarnya yang ikut menghisap asap tersebut (perokok pasif). Selain itu, asap rokok juga mengganggu hubungan sosial antara perokok dan bukan perokok.Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (Psikologi Lingkungan,1992) orang-orang yang merokok tidak mau menghentikan kebiasaannya karena beberapa alasan, antara lain :? Faktor kenikmatan (kecanduan nikotin).? Status ( simbol kelaki-lakian).? Mengakrabkan hubungan sosial sesama perokok.Pengendalian masalah rokok sebenarnya telah diupayakan diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibeberapa tatanan dan sebagian wilayah Jakarta, Kota Bogor, Kota Cirebon dan sebagainya.Begitu juga beberapa lintas sektor seperti Departemen Perhubungan dengan menetapkan penerbangan pesawat menjadi penerbangan tanpa asap rokok, Departemen Pendidikan Nasional menetapkan sekolah menjadi kawasan tanpa rokok, serta beberapa Pemda yang menyatakan tempat kerja sebagai kawasan tanpa asap rokok.Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau arena yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi, ataupun penggunaan rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya perlindungan masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan di tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, institusi pendidikan dan tempat pelayanan kesehatan.
Tujuan umum dari Kawasan Tanpa Rokok adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat rokok. Sedangkan tujuan khusus penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :
? Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.? Memberikan perlindungan bagi masyarakat bukan perokok.? Menurunkan angka perokok.? Mencegah perokok pemula.? Melindungi generasi muda dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).
Disamping itu, manfaat penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :? Bermartabat, yakni menghargai dan melindungi hak asasi bukan perokok.? Ekonomis :? Meningkatkan produktivitas.? Mengurangi beban biaya hidup.? Menurunkan angka kesakitan.? Menciptakan tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, institusi pendidikan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah dan angkutan umum yang sehat, aman dan nyaman.
Dari keterkaitan berbagai aspek yang ada dalam permasalahan merokok, maka penanggulangan masalah merokok bukan saja menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab berbagai sektor yang terkait dengan minimal menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja masing-masing. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok diberbagai tatanan dapat diwujudkan melalui penggalangan komitmen bersama untuk melaksanakannya. Dalam hal ini peran lintas sektor sangatlah penting untuk menentukan keberhasilan dari penetapan Kawasan Tanpa Rokok sebagai salah satu upaya penanggulangan bahaya rokok.Rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok menjadi alasan sulitnya penetapan Kawasan Tanpa Rokok yang ditunjukkan dengan keadaan hampir 70% perokok di Indonesia mulai merokok sebelum umur 19 tahun. Bahkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2003 meyebutkan usia 8 tahun sudah mulai merokok.

Kamis, 07 Februari 2008

Kaka Optimis Milan Boyong Ronnie

MILAN - Rumor bahwa Ronaldinho akan berlabuh bersama Inter dibantah playmaker AC Milan Kaka. Menurutnya Ronnie lebih memilih bergabung di San Siro, dibandingkan merumput buat Nerazzurri jika memutuskan meninggalkan Camp Nou. Kaka rupanya tidak ingin Ronnie bergabung dengan salah satu rival terberat klubnya Inter Milan. Dia menepis kabar kiper Inter Julio Cruz, yang mengatakan bahwa jika dia bisa, dia akan memboyong Ronnie ke Guiseppe Meazza."Apakah Julio Cesar tahu berapa banyak pemain Brasil yang saat ini dipunyai AC Milan?. Kami mempunyai banyak suara untuk membujuk Ronnie bergabung dengan tim kami," ketus Kaka, kepada Goal, Jumat (8/2/2008).Ronnie memang telah lama digosipkan akan segera bergabung di San Siro. Tapi, Inter di lain pihak justru menjadi tim yang mempunyai kans yang sama dengan Milan, dalam perburuan salah satu pemain terbaik di dunia tersebut.Salah satu alasan Ronnie ke Inter adalah, baik tim tersebut maupun pemain itu sama-sama mempunyai sponsor yang sama, yaitu Nike. (bgs)